Monday, June 15, 2020

Hari minggu yang panjang

Aku berusia 28 tahun, dan ayahku baru mengajarku cara membuat kopi. Lengannya sudah semakin kurus, dan jarinya sudah semakin kering. Tetapi semangatnya masih seperti dahulu, dalam rencananya pada hari itu untuk menunjukkan kepadaku cara menggunakan mesin kopi yang sudah lebih tua dari usiaku itu. Kopi 3 in 1 lebih sedap dari 2 in 1 katanya, dan kami sama2 bersetuju tanpa memahami apa perbezaan kopi-kopi itu dahulu.

Seterusnya pagi itu aku nikmati dengan kopi 'o panas, mengabusi cermin mataku sedang aku dicurahi cahaya matahari yang kuning. Pokok mempelam ayahku melambai2, seiring dengan tiupan angin yang menghembus bersama dengan bau rumahku. Bau yang sudah aku kenali sejak sekian lama. Bau inilah yang melonggarkan ketegangan jiwaku setiap kali aku pulang setelah terlalu lama aku berdiri sendiri.

Sepanjang aku berada di sini, aku diceritakan tentang kisah-kisah silam. Kisah-kisah yang tidak mahu dilupakan, lalu diturunkan kepada anak-anak agar boleh dijadikan teladan suatu masa kelak. Kisah-kisah pekerjaan, keluarga dan persahabatan. Sebetulnya dalam mendengar semua cerita itu aku tenggelam dalam diriku sendiri. Adakah sedikit pun sifat-sifat mereka ini yang terpalit dalam cara hidupku? Seterusnya aku pun mula takut, takut yang aku akan lupakan kisah-kisah mereka, dan dalam kecacatanku sendiri, mereka akan hilang jika aku pergi terlalu lama.

Maafkan aku, aku bukan anak yang sempurna. Kadang-kadang aku terlalai dan terlupa, dalam kekerasanku mengejar cita-citaku sendiri. Aku sudah terlupa kisah selamat tinggal terakhir dengan opahku, dan mereka yang mengingatkanku. Bagaimana opahku bersungguh-sungguh mencariku dari dalam kereta untuk bersalaman. Dalam sakitnya dia, dalam tekaknya yang rosak dari kimoterapi, dia tidak lupa kepada cucunya, dan memanggil nama kami walau tanpa ada suara yang keluar.

Maafkan aku jika suatu hari nanti aku terlupa. Aku bersumpah, kalianlah manusia yang terbaik dalam hidupku. Dengan sabarnya mendidikku, membentukku, tanpa merintihkan kesetiaanku. Kalianlah yang mengikatku pada bumi, yang mengingatkanku bahawa aku ada tempat dalam dunia, yang merawatku ketika sakit, yang menenangkanku dalam tangisan, yang sentiasa mengingati aku dahulu dari diri kalian sendiri. Akan kubawa cerita-cerita kita kepada penghuni-penghuni baru rumahku kelak. Agar mereka dididik sepertiku, dan dibentuk sepertiku, agar kalian akan berbangga, dan penat lelah kalian tidak sia-sia.

Wednesday, June 10, 2020

Today the world froze,
And your words fall down like rain,
They smile as you reach for the thorny red rose,
And let you enjoy the pain.

Your silence seem filled with unspoken words,
Is that why I can hear from you so much screaming?
But its okay because other than the unheard and the disturbed,
No one else is listening.

Tuesday, May 5, 2020

Tremors

The floor moves as you stood still,
With your narrowed eyes,
You trace the dancing shadow,
Hidden by distance,
Present by faith,

The floor moves as you stood still,
Your feet planted firmly on the ground,
Pierced by rusty nails,
Bleeding your black blood,
Trembling in distress,

The floor moves as you stood still,
Arms stretched,
Fists closing on the cold air,
Reaching for the hidden presence,
Clawing for the unseen star,

The floor moves as you stood still,
As your surprised gasps fill the air,
Your face warm from your breath,
When the imminent thunder strikes,
You finally fall through the cracks,
Moved, at last.

Thursday, August 2, 2018

The exploded heart

"Do you love them?"
"Yes"
"Unconditionally?"
"I'm not sure"
"Thats okay. The day will come when you'll just know, when separation is imminent. When living apart doesn't destroy the 'we,' but rips the heart out of 'you'. Welcomes and goodbyes will happen back and forth. The former shrinks your world and gives you peace, the latter bursts your bubble but cuffs your wrists. But thats okay. One day you will be assured of your love when your heart breaks. And if one day you would cry of a heartbreak, I wish it'll be for something like that."

Thursday, July 12, 2018

A sprouting seed

How do we forget what we feel?
If feelings come from the heart,
And memories are the electricity in our brains,
If our hearts do forget,
Does that make our hearts electric?
Does that mean that we're all made like batteries,
A body of voltage from the push and pull between our hearts and heads,
When will it stop then?
When I have stopped pulling, or when you have stopped pushing?

The great red house of soup

Behind our circles of smoke and hot soup,
They slowly began,
Covered in the shadow of yellow lights,
The skinny stature of a bent man straightens,
As the red paint glows,
Brighter and brighter,
The truest of stars,
Shining over the darkest nights.

Tuesday, May 29, 2018

Black tarred roads

Here we are,
Tending to our broken soles,
Mending our jagged souls,
Stained by the rough road we tread,
Black from the tar,
Red from the blood,
Faded colours washed by sweat,
Walking, running and hacking,
All for a glory in waiting,
Hidden behind a misty morning.