Wednesday, July 7, 2021

Perasaan yang menghantui malam.

Sedangku ditiup angin malam yang hangat,
Jiwaku menelusuri jemarimu yang kasar mengusap ubun-ubunku,
Suatu ketika dulu,
Lembutnya kasihmu untukku,
Telah tumbuh bagai ranting yang berduri di jantungku,
Kaulah tongkatku didunia,
Dipinjamkan seketika oleh Yang Maha Perkasa,
Sedangku merintih dalam kesunyian ini,
Dalam rinduku pada sentuhan kasarmu,
Yang sentiasa menegakkan diriku pada bumi,
Teruslah berdiri wahai ayah dan ibuku,
Aku masih belum tahu,
Jika aku mampu terus menongkah arus,
Tanpa tongkatku didunia ini,
Sebenar-benarnya aku tidak tahu,
Bagaimana untuk menempuh hangatnya malam,
Ketika nanti kehangatan itu dingin,
Bila kau hanya wujud difikiranku,
Dan sentuhanmu hanyalah gema,
Yang sifatnya kian pudar ditelan masa,
Seperti angin malam ini.

No comments:

Post a Comment