Sunday, September 26, 2021

29 tengkujuh

Bagai layang-layang, perasaanku terbang lagi malam ini. Angin tengkujuh meniupku laju, dan dalam ribut ini, aku teringatkan kamu. Gamitan wajahmu seperti memanggil-manggil akanku, lebih dari segala panggilan lain dari dunia. Lalu aku pun singgah di sini, hinggap gah di atas memori yang kau tinggalkan sejak 29 tengkujuh yang lalu.

Kehadiranmu masih aku rasai. Dalam tiupan angin ribut, dalam teriknya matahari, dalam dinginnya subuh, kau masih di sini. Setia melambai2 padaku, seakan2 mengajakku kembali ke sini. Ketika dunia terasa terlalu gamat, aku akan kemari lagi, aku janji.


No comments:

Post a Comment